Arsip untuk November, 2011

Soal Tes Semester I yang Digandakan Oknum Guru

Soal Tes Semester I yang Digandakan Oknum Guru

DIDUGA PELAKUNYA OKNUM GURU SD

Berita Rembang, Kragan—Sebentar lagi,  tepatnya mulai tanggal 5 Desember 2011 Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Rembang akan melaksanakan ujian semester I.  Sayangnya saat yang dinanti-nanti seluruh siswa SD untuk mengukur kemampuan mereka dalam menyerap materi pembelajaran selama satu semester tersebut dinodai oleh insiden bocornya soal ujian. Peristiwa ini terjadi ketika salah seorang warga yang sekaligus orang tua murid dari salah satu peserta didik SD diwilayah Kragan secara tidak sengaja menemukan lembar foto copyan soal ujian semester SD di sebuah tukang foto copy. Sumber tersebut kepada Berita Rembang menceritakan bahwa pada tanggal 29 November 2011 pukul 19.15 WIB  saat sedang foto copy (diwilayah Kecamatan Kragan), menemukan selembar kertas hasil foto copy yang katut kertas hasil foto copyannya. Karena merasa bukan barang miliknya, maka dia membacanya (sebelum berniat mengembalikannya kepada tukang foto copy) dan dia kaget, karena itu adalah soal ulangan semester I Mata Pelajaran Matematika Tahun 2011/2012 kelas II untuk tanggal 6 Desember 2011. “Persis dengan jadwal tes anak kami yang masih SD meskipun kelasnya tidak sama. Kami yakin itu adalah hasil foto copy dari soal untuk tes tanggal 6 Desember 2011 mendatang, karena disamping tanggal yang tertera sama dengan jadwal tes, ada kode R dan format headerpada soal persis sama dengan lazimnya soal semesteran’, jelas ibu satu anak ini kepada Berita Rembang.

Soal Halaman 2

Soal Halaman 2

“Karena penasaran, maka kami menanyakan kepada si tukang foto copy, siapa gerangan yang berani berbuat nekat demikian terhadap dokumen yang semestinya menjadi rahasia. Kami makin kaget karena ternyata orang yang memfoto copy adalah oknum guru SD yang dikenal  si tukang foto copy. Itu, kertas yang katut saya adalah foto copy yang rusak, yang tidak disadari lalu dibuang/diglethakke”, lanjut sumber tersebut menjelaskan.

Sumber Berita Rembang Saat Menunjukkan Soal Hasil Temuannya

Sumber Berita Rembang Saat Menunjukkan Soal Hasil Temuannya

Atas temuan tersebut, sumber yang berinisial TK beralamat di Desa Pandangan Kulon tersebut akan membuat surat yang akan dilayangkan kepada instansi terkait. “ini rahasia negara mas, kalau dibiarkan saya khawatir dengan mentalitas tenaga pendidik kita, selain itu ini sebentuk kecurangan. Lagi pula soal ujian kan termasuk rahasia negara sebagaimana definisi pada RUU Rahasia Negara yaitu informasi, benda, dan/atau aktivitas yang secara resmi ditetapkan dan perlu dirahasiakan untuk mendapat perlindungan melalui mekanisme kerahasiaan, yang apabila diketahui pihak yang tidak berhak dapat membahyakan kedaulatan, keutuhan, keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan/atau dapat mengakibatkan terganggunya fungsi penyelenggaraan negara, sumber daya nasional, dan/atau ketertiban umum. Untuk kepentingan apa oknum guru tersebut menggandakan soal, kalau bukan untuk kepentingan yang melanggar aturan negara’, tegasnya mengakhiri pembicaraan dengan Berita Rembang.

Karyawan Bu Supangat Saat Membuat Terasi

Karyawan Bu Supangat Saat Membuat Terasi

Berita Rembang, Kragan – Sebagai kabupaten yang memiliki wilayah pantai cukup panjang yaitu lebih kurang 60-an km, bahan olahan hasil perikanan cukup mudah didapatkan di Rembang. Salah satunya adalah terasi.  Terasi adalah salah satu bahan untuk bumbu memasak. Pembuat terasi di Kabupaten Rembang banyak kita temui, salah satunya adalah ibu Supangat. Ibu yang berusia 70-an tahun ini telah menekuni usahanya lebih dari 30 tahun. Dengan karyawan berjumlah 5 orang yang semuanya adalah ibu-ibu tersebut, ibu Supangat mampu memproduksi terasi rata-rata seberat 1 kwintal dalam jangka waktu 1 minggu. Ketika ditanya soal pemasaran, beliau mengaku tidak mengalami kendala, karena sudah memiliki pelanggan yang tetap.

Bu Supangat Saat Menimbang Terasi Hasil Karyanya

Bu Supangat Saat Menimbang Terasi Hasil Karyanya

Wilayah pemasaran terasi bikinan Bu Supangat meliputi daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Adapun bahan baku beliau dapatkan dengan mudah karena sudah tersedia di Rembang. “bahan saya dapatkan dari daerah Bonang, kadang kalau di sini (Bonang-Rembang) tidak ada kami mendatangkan dari Cilacap”, kata beliau mengakhiri pembicaraan dengan Berita Rembang dikediaman beliau yang terletak di Desa Pandangan Kulon Kecamatan Kragan.

Berita Rembang, Sumber-Petani di wilayah Rembang kini bisa beralih menanam tembakau setelah padi. Pasalnya menanam tembakau dengan modal produksi 15 Juta rupiah per hektar mampu menghasilkan 63 Juta rupiah. Hal itu dikatakan oleh kepala bagian administrasi perekonomian setda Rembang-Munthoha, dalam sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), di pendopo kecamatan Sumber baru-baru ini.

Munthoha mengatakan kalau memang menanam tembakau bisa merubah kondisi ekonomi, petani perlu diarahkan selain menanam padi. Karena sudah saatnya petani kita jangan orientasinya nandur ngunduh, tetapi berorientasinya bisnis. Apalagi PT. Sadhana telah menfasilitasi menjadi rekanan bagi petani tembakau.

Peta Kesesuaian Lahan Komoditas Tembakau di Kecamatan Sumber

Munthoha menjelaskan sejak dilaunching di desa Pragu, kecamatan Sulang, tidak kurang 78 hektar masyarakat kabupaten Rembang di 3 kecamatan meliputi Sulang, Gunem dan kecamatan Rembang sudah menanam tembakau. Yang semula Kabupaten Rembang ini tidak pernah terkenal ada tanaman tembakau.

Munthoha mengungkapkan sebelumnya di desa Gilis dan Pelang, kecamatan Sarang, budidaya tanaman tembakau sudah ada dan merupakan warisan nenek moyangnya. Dimana setelah panen hanya untuk dikonsumsi sendiri.

Sementara itu Erwanto salah satu peserta menyambut baik program Pemkab Rembang bersama Rekanan mengembangkan tanaman tembakau di wilayah Rembang. Sebelumnya selain menanam padi, Ia membudidayakan tanaman melon sebagai alternatif meningkatkan pendapatan. Namun kelemahan tanaman melon jika ditanam 3 kali berturut-turut di lahan yang sama mengakibatkan unsur hara tanah mengalami kerusakan, akibat banyaknya obat-obatan yang disemprotkan ke tanaman.