Tembakau menjadi tanaman alternatif di Kabupaten Rembang

Posted: 29 November 2011 in ekonomi, Semua Berita
Tag:,

Berita Rembang, Sumber-Petani di wilayah Rembang kini bisa beralih menanam tembakau setelah padi. Pasalnya menanam tembakau dengan modal produksi 15 Juta rupiah per hektar mampu menghasilkan 63 Juta rupiah. Hal itu dikatakan oleh kepala bagian administrasi perekonomian setda Rembang-Munthoha, dalam sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), di pendopo kecamatan Sumber baru-baru ini.

Munthoha mengatakan kalau memang menanam tembakau bisa merubah kondisi ekonomi, petani perlu diarahkan selain menanam padi. Karena sudah saatnya petani kita jangan orientasinya nandur ngunduh, tetapi berorientasinya bisnis. Apalagi PT. Sadhana telah menfasilitasi menjadi rekanan bagi petani tembakau.

Peta Kesesuaian Lahan Komoditas Tembakau di Kecamatan Sumber

Munthoha menjelaskan sejak dilaunching di desa Pragu, kecamatan Sulang, tidak kurang 78 hektar masyarakat kabupaten Rembang di 3 kecamatan meliputi Sulang, Gunem dan kecamatan Rembang sudah menanam tembakau. Yang semula Kabupaten Rembang ini tidak pernah terkenal ada tanaman tembakau.

Munthoha mengungkapkan sebelumnya di desa Gilis dan Pelang, kecamatan Sarang, budidaya tanaman tembakau sudah ada dan merupakan warisan nenek moyangnya. Dimana setelah panen hanya untuk dikonsumsi sendiri.

Sementara itu Erwanto salah satu peserta menyambut baik program Pemkab Rembang bersama Rekanan mengembangkan tanaman tembakau di wilayah Rembang. Sebelumnya selain menanam padi, Ia membudidayakan tanaman melon sebagai alternatif meningkatkan pendapatan. Namun kelemahan tanaman melon jika ditanam 3 kali berturut-turut di lahan yang sama mengakibatkan unsur hara tanah mengalami kerusakan, akibat banyaknya obat-obatan yang disemprotkan ke tanaman.

Komentar ditutup.