Tekanan

Posted: 11 Desember 2011 in opini
Tag:

Dalam hidup ini tidak ada orang yang menyukai tekanan. Semua kita akan selalu berusaha menghindari segala bentuk tekanan hidup. Tekanan mencabut kenyamanan hidup kita, dalam banyak hal, membatasi ruang gerak kita, serta menyulitkan proses kreativitas kita.

Tapi sejarah justru membuktikan, bahwa karya-karya kepahlawanan sebagian besar malah lahir ditengah tekanan-tekanan hidup yang berat dan kompleks. Sejarah sepertinya tidak ingin memberikan gelar kepahlawanan dengan mudah. Ia memaksa setiap orang membayar harga yang mahal untuk itu.

Kenyataan sejarah itu sebenarnya dapat dijelaskan. Tekanan-tekanan hidup, secara psikologis, sebenarnya justru berguna untuk merangsang munculnya potensi-potensi yang terpendam dalam diri seseorang, serta  merangsang terjadinya proses kreativitas yang intensif. Hidup dalam situasi yang normal biasanya malah membuat orang jadi malas, kurang kreatif dan kurang produktif. Bukan situasi normal itu yang menjadi masalah. Tapi manusia memang pada dasarnya membutuhkan stimulan yang kuat untuk bergerak. Tekanan hidup merupakan salah satu stimulan tersebut.

Jadi apabila dalam konteks kecenderungan manusiawi kita tidak menyukai tekanan hidup, maka dalam konteks pengembangan kepahlawanan, kita justru membutuhkan rangsangan tekanan hidup untuk meledakkan potensi-potensi kita yang terpendam. Walaupun kenyataannya tidak semua orang sukses melawan tekanan, tapi para pahlawan sejati selalu muncul dari balik tekanan-tekanan hidup yang kompleks.

Tampaknya memang ada rahasia yang tersembunyi disini. Para pahlawan sejati itu selalu dapat mempertahankan kunci-kunci yang membentuk daya hidup mereka; mereka selalu dapat mempertahankan harapan dan optimisme hidup, pikiran positif dan kegembiraan jiwa, obsesi kepahlawanan dan semangat perlawanan. Seakan-akan didalam jiwa mereka, ada bunker yang menjadi tempat persembunyian kunci-kunci daya hidup itu, yang selamanya tidak akan tersentuh oleh serangan bombardier tekanan-tekanan hidup.

Itulah rahasia yang menjelaskan mengapa penulis-penulis besar bisa menyelesaikan tulisannya selama berada dalam penjara. Mereka semua pahlawan-pahlawan yang mengerti bagaimana menikmati tekanan hidup. Suatu saat mungkin mereka juga mengeluhkan beratnya tekanan-tekanan hidup itu. Tapi yang membuat mereka jadi pahlawan adalah karena mereka telah berhasil membangun bunker dalam jiwa mereka, tempat kunci-kunci daya hidup mereka tersembunyi dengan aman.

Itulah yang membuat mereka selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang dibawah tekanan, bekerja dalam kesulitan, optimis di depan tantangan dan gembira dalam segala situasi.

Iklan

Komentar ditutup.