Dirusak, Status Lahan Situs Terjan Bisa Jadi Sengketa

Posted: 12 Desember 2011 in Semua Berita, sosial budaya, WISATA
Tag:, ,

REMBANG, suaramerdeka.com – Perusakan empat arca di situs megalitikum Terjan di Bukit Selodiri, Desa Terjan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang bisa menjadikan lahan situs berstatus tanah sengketa. Sebab meski lahan tersebut merupakan hak milik warga, namun situs tersebut telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya oleh Pemerintah. “Perusakan atas aset cagar budaya bisa menjadikan lahan tersebut menjadi berstatus sengketa,” jelas Karsono, Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Rembang, Sabtu (10/12).

Pihaknya kini tengah menyusun laporan kejadian itu untuk disampaikan ke Balai Pelestarian Paninggalan Purbakula (BP3) Jawa Tengah, Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta, Museum Purbakala dan Dirjen Sejarah Purbakala Kementerian Pariwisata. Laporan serupa, lanjut Karsono, juga akan ditembuskan ke Pemkab, Kodim, dan Polres setempat. “Kami sudah mengirimkan petugas untuk mengecek kerusakan di lahan situs. Untuk melengkapi data laporan, kami masih menunggu laporan secara tertulis dari pihak desa setempat,” jelasnya. Karsono mengatakan, upaya penanganan lahan situs terjan selama ini memang terbentur pada hak atas kepemilikan lahan oleh warga setempat. Pemkab hanya bisa mengimbau pemilik lahan untuk menjaga peninggalan zaman megalitikum di situs Terjan. Apalagi pemilik lahan situs mendapat honor dari pihak Pemprov Jateng, agar tetap mau menjaga lahan situs. “Pasca perusakan ini, kami akan meminta pemilik maupun pihak desa untuk lebih meningkatkan pengawasan,” imbaunya. Seperti diketahui, empat arca kepala hewan mitos era megalitikum masing-masing kepala katak, naga, kuda dan buaya, berada di sisi timur dan selatan rusak parah diduga dihantam dengan palu godam. Perusakan itu pun dikaitkan dengan aktivitas penambangan di desa itu. Apalagi hanya lahan situs seluas 0,25 ha yang belum terjual, sementara semua lahan di sekeliling situs sudah jatuh ke tangan penambang.

Komentar ditutup.