Budidaya Bakau Jadi Alternatif Penghasilan Nelayan

Posted: 13 Desember 2011 in ekonomi, Semua Berita
Tag:, ,

REMBANG- Budi daya tanaman bakau di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menjadi alternatif penghasilan keluarga nelayan di daerah itu selama satu tahun terakhir menyusul tren peningkatan permintaan bibit tanaman pelindung kawasan pantai itu.

Ketua Kelompok Tani Sido Makmur Desa Pasarbanggi Kecamatan Kota Rembang Suyadi di Rembang, Senin (12/12/2011), mengatakan, tingginya permintaan bibit tanaman bakau itu bahkan masih sulit dipenuhi kelompok taninya.

“Untuk meningkatkan produksi bibit bakau, kami mulai memperbanyak ‘demonstration plot’ (demplot) tanaman bakau di desa pesisir di Kabupaten Rembang dengan melibatkan tenaga ibu-ibu nelayan,” kata dia.

Budi daya tanaman bakau, kata dia, memberikan tambahan penghasilan keluarga nelayan karena para ibu yang biasanya minim kegiatan produktif menjadi bisa beraktivitas yang menghasilkan uang sendiri.

“Apalagi harga bibit bakau cukup lumayan mencapai Rp700 per bibit. Dalam satu kali permintaan pun bisa mencapai puluhan ribu batang bibit,” kata dia.

Ia mencontohkan, demplot pembibitan tanaman bakau yang sudah berhasil dilakukan antara lain di desa-desa pesisir seperti Pasarbanggi dan Tireman, Kecamatan Rembang serta Tunggulsari, Kecamatan Kaliori.

“Kami berencana membuka demplot baru di desa pesisir di Kecamatan Kaliori, Rembang, dan Lasem,” kata dia.

Pihaknya saat ini sedang menyiapkan bibit sebanyak 135 ribu yang akan dipesan Kabupaten Purworejo (65.000 bibit) dan Pati (70.000 bibit).

Sejumlah kabupaten yang masuk daftar tunggu di antaranya Kendal, Pekalongan, Cilegon, dan Semarang.

“Masing-masing daerah tersebut memesan sedikitnya 30.000 batang bibit bakau,” kata dia.

Ia menyebutkan, bibit bakau jenis api-api dan rizophora termasuk paling banyak dipesan karena mudah dikembangkan. TRIBUNJOGJA.COM.

berita terkait: tembakau menjadi tanaman alternatif di Kabupaten Rembang

Komentar ditutup.