Puluhan Pengendara Kendaraan Bermotor Ditilang

Posted: 15 Desember 2011 in Semua Berita, sosial budaya

Berita Rembang, Lasem-Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Rembang dan Satuan Polisi Lalulintas Polres Rembang, menggandeng aparat hukum dari kejaksaan dan pengadilan negeri setempat menggelar kegiatan penegakan hukum kepada pengendara kendaraan bermotor baik pribadi dan angkutan. Kegiatan kemarin berlangung di kawasan pertokoan barat Masjid Jami’ Lasem.

Dari Operasi gabungan yang dimulai pukul 08.30, puluhan pengendara kendaraan bermotor kedapatan tidak disiplin dalam berlalu lintas. Mereka langsung menjalani sidang di tempat dan membayar denda sesuai bentuk dan jenis pelanggaran yang dilakukan.

Kepala Unit Pelayanan Pehubungan wilayah Pati Isdiyati Haryanti selaku penannggung jawab kegiatan menerangkan, operasi penegakan hukum lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) berskala nasional dimulai Sejak tahun 2010 dan dilakukan sedikitnya dua kali dalam satu tahun.

Langkah ini sebagai tindak lanjut penandatanganan MoU Dinas Perhubungan Provini dan Dir Lanta Polda Jateng terkait Declaration Of Action (DOA) menyangkut frekwensi operasi gabungan penegakan hukum dan telah ditetapkan sedikitnya dilakukan empat kali dalam setahun.

Ditambahkan, hasil operasi Gakum LLAJ akan dimasukan database dan saat kegiatan serupa berikutnya akan dipampangkan. Apabila ada satu unit kendaraan yang melaukan pelanggaran yang sama hingga tiga kali maka akan dikenakan tindakan tegas dan berat yaitu perusahaan pemilik armada dicabut ijin operasionalnya.

Saat disinggung masih saja beroperasinya kendaraan roda tiga, lebih dikenal dengan sebutan Tossa yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kragan dan Sarang, Isdiyati menegaskan hal tersebut merupakan pelanggaran berat dalam ketertiban LLAJ. Pasalnya melanggar peruntukan fungsi kendaraan dan bisa dikenai sanksi keras, baik dari sarana, pengendara dan pemiliknya.

Terpisah, Kaur Bin Ops Satlantas Polres Rembang Iptu Roy Irawan menjelaskan, pengendara kendaran bermotor yang ditilang karena melakukan pelanggaran berlalu lintas diantaranya tidak membawa SIM dan STNK, tidak megenakan helm, tidak melaksanakan aturan light on dan KIR serta suratijin trayek telah kadaluwarsa. Mereka dikenakan pasal dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan besaran denda antara Rp 50 hingga 80 ribu.

Komentar ditutup.