Wisata Religi Kabupaten Rembang, Makam dan Pasujudan Sunan Bonang

Posted: 15 Desember 2011 in Semua Berita, sosial budaya, WISATA
Tag:, ,

Berita Rembang, Lasem–Menurut tradisi lisan yang berkembang di kalangan masyarakat Rembang, Sunan Bonang (R.Maulana Makdum Ibrahim ) wafat pada tahun 1525 M dalam usia 60 tahun. Ia dimakamkan di rumah kediaman beliau di Desa Bonang- Lasem, sekitar 17 km dari kota Rembang ke timur jurusan Surabaya. Bangunan makam Sunan Bonang yang di kalangan penduduk setempat disebut  “ndalemí”   dibangun  oleh  seorang  saudagar  dari  Juana. Sementara itu, pendapat lain mengatakan bahwa makam Sunan Bonang itu merupakan bekas rumah Kadipaten Bonang Binangun peninggalan Nyi Ageng Maloka (kakak Sunan Bonang yang pernah memerintah Kadipaten Binangun). Setelah  suaminya (Pangeran Wiranagoro)  wafat pada tahun 1479, pada tahun 1480 M Kadipaten Binangun dipindah Nyai Ageng  Maloka ke kota Lasem.

Sementara itu, Petilasan/Pasujudan Sunan Bonang berada di sebuah bukit Desa Bonang Kecamatan Lasem. Di tempat itu terdapat bangunan (musholla) dengan kamar berisi batu besar yang menurut tradisi lisan digunakan  oleh Sunan Bonang sebagai sajadah dan tempat bershalawat (bertapa) atas perintah Nabi Haidir. Batu itulah yang dikenal dengan pasujudan (tempat sujud kepada Allah SWT ) Sunan Bonang. Di batu itu diyakini oleh masyarakat setempat terdapat bekas anggota badan Sunan Bonang. Di lokasi inipun ada makam  Putri Campa, yaitu makam Binangti (Winarti Kumala Wardani) yang menjadi  mubalighah di Bonang sampai akhir hayatnya.

Komentar ditutup.