Wisata Sejarah Kab Rembang, Situs Sejarah dan Budaya China, Kelenteng Karangturi (Poo An Bio)

Posted: 15 Desember 2011 in Semua Berita, sosial budaya, WISATA
Tag:,

Berita Rembang, Lasem–Berdasarkan catatan sejarah yang dimiliki Yayasan Tempat Ibadat Tri Dharma Tri Murti Lasem, Kelenteng Poo An Bio dibangun kira-kira pada tahun 1740. Pada saat itu, pemukiman orang Tionghoa yang semula berada di sekitar jalan arteri barat-timur, termasuk di sepanjang Sungai Dasun, mengalami perkembangan dan terus meluas ke selatan sampai Kali Kumendung, Desa Karangturi. Di desa itulah Kelenteng poo An Bio didirikan, karena keberadaannya tidak bisa dipisahkan dari komunitas Tionghoa. Ketika para moyang orang Tionghoa merantau ke luar negeri, mereka selalu membawa arca Kong Tik Cun Ong. Orang Tionghoa percaya, Kong Tik Cun Ong adalah dewa yang suka melindungi orang yang sedang merantau. Banyak sekali rumah-rumah di Taiwan yang ditempati imigran asal Guangzhou (Coanciu) menyimpan arca tersebut.

Arca itu tidak hanya disimpan, tetapi juga dipuja. Demikian halnya yang dilakukan oleh imigran yang sekarang tinggal di Malaysia dan Indonesia (terutama Jawa), juga senang memuja arca Tik Cun Ong. Dengan cara itu, setelah hidup mereka (para perantau) mapan ekonominya, akan mempunyai kesadaran untuk mendirikan kelenteng. Termasuk Klenteng Poo An Bio, Lasem, yang menurut catatan sejarah juga dibangun oleh para imigran yang merupakan nenek moyang warga Tionghoa Lasem.

Komentar ditutup.