PT. RBSJ Rembang dalam Rangka Membangun BUMD yang Sehat

Posted: 21 Desember 2011 in ekonomi, opini
Tag:,

Otonomi daerah mengisyaratkan bahwa Pemerintah kabupaten/kota bertanggungjawab dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi daerahnya. Upaya meningkatkan ekonomi daerah tidak terlepas dari kemampuan daerah dalam meningkatkan pendapat asli daerah (PAD). Karena akan sangat berpengaruh dalam memberikan keleluasaan bagi pemerintah kabupaten untuk mengatur dan menentukan jenis kegiatan yang dapat mendongrak meningkatnya ekonomi daerah.

Upaya lain yang dapat ditempuh oleh pemerintah kabupaten adalah dengan mendirikan perusahaan daerah yang tidak semata-mata berfungsi sosial tetapi juga mampu menggairahkan perekonomian daerah sebagaimana prinsip reinventing government yaitu menjalankan kegiatan pemerintah dengan pola pikir menjalankan kegiatan bisnis. Hal ini bukan berarti pemerintah daerah membisniskan kegiatan dan semua fungsi kepemerintahannya akan tetapi Pemerintah mendirikan perusahaan yang betul-betul berorientasi profit yang dikelola secara profesional dan sesedikit mungkin intervensi dari pemerintah. Dalam hal ini Pemerintah bukan merebut ruang/porsi swasta, namun justru bertindak sebagai pelindung perekonomian daerah dari ancaman persaingan swasta yang tidak sehat maupun ketika barang ekonomi tertentu menjadi tidak diminati oleh swasta.

Barangkali hal tersebut diatas merupakan semangat dari terbentuknya perusahaan induk (holding company) di Kabupaten Rembang yaitu PT. Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ).

Sejak berdiri sampai dengan saat ini holding company PT. RBSJ Rembang tergolong sangat lamban dalam menjalankan perannya. Lihat saja pabrik gula mini, investasi yang sedemikian besar namun tidak beroperasi secara maksimal bahkan mungkin sekarang mandeg total. Belum lagi peluang-peluang lain yang seharusnya potensial namun gagal ditangkap oleh PT. RBSJ, misalnya: pertama, produksi garam yang seharusnya bisa ditingkatkan menjadi garam indutri melalui kerjasama dengan perusahaan-perusahaan kimia, komestik, dan lain sebagainya, namun sampai saat ini masih dalam bentuk garam krosok. kedua, infrastruktur pendukung investasi dibidang pertambangan, seperti water plant, dermaga bongkar muat ataupun pengadaan lahan yang harganya dapat menarik investor, seharusnya dapat dikelola dan disediakan oleh PT. RBSJ. Ketiga,  rendahnya nilai NTP di Kabupaten Rembang dibawah 1 menunjukkan bahwa harga jual hasil pertanian masih rendah dibandingkan modal yang dikeluarkan untuk biaya produksi. Seharusnya PT. RBSJ bisa menjadi penyelamat dengan menjadi bulog-nya pertanian di Kabupaten Rembang.

Mundurnya komisaris dan direktur PT. RBSJ bisa jadi merupakan bukti bahwa selama ini  holding company tersebut tidak berjalan secara profesional, tidak optimal dalam menjalankan fungsi dan perannya, serta tidak sejalan dengan semangat awal sebagai pelindung dan pembangkit perekonomian di daerah. Erro—234/br/12/11

berita terkait: PT. RBSJ Rembang; Komisaris PT RBSJ Mengundurkan Diri ; Mundurnya Direktur dan komisaris PT RBSJ murni alasan pribadi

Komentar ditutup.