Hari Ibu, Moment untuk Mengenang Peran Ibu dalam Melahirkan Generasi Pilihan

Posted: 22 Desember 2011 in opini
Tag:, ,

Menjadi ibu adalah peranan yang sangat penting yang Tuhan berikan kepada banyak perempuan. Tidak berlebihan jika Harold Macmillan pernah berkata, “No man succeeds without a good woman behind him. Wife or mother, if it is both, he is twice blessed indeed.” Dalam hadist ajaran tauhid disebutkan, seorang lelaki datang kepada Nabi seraya berkata, “Wahai Nabi Allah… Tunjuki saya, kepada siapa saya harus berbuat baik untuk mendapatkan manfaat yang sempurna atas amal kebajikan saya?” Beliau bersabda, “Berbuat baiklah kepada ibumu…”. Lelaki itu bertanya dua kali lagi, “Dan sesudah beliau?” Nabi menjawab, “Kepada Ibumu…”. Lelaki itu bertanya, “Kepada orang lain siapakah saya mesti berbuat baik pula?” Nabi bersabda, “Kepada Ayahmu…”
Allah memberikan kecerdasan pada setiap perempuan. Karena itu pada perempuanlah anak dititipkan. 

Dalam Titus 2:4-5 yang berbunyi, “Dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang” para ibu diminta untuk mencintai anak-anak mereka. Dalam Yesaya 49:15a Alkitab mengatakan, “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?”

Psikolog terkenal John Bowlby, meyakini bahwa ikatan antara ibu dan anak yang tidak memberikan rasa aman, tidak adanya cinta dan kasih sayang orangtua dalam pengasuhan anak, atau kehilangan salah satu orangtua di masa kanak-kanak, akan menciptakan set kognitif yang negatif[1]. Kondisi kognitif yang seperti ini ketika bertemu dengan pengalaman-pengalaman yang berkaitan dengan kehilangan (kasih sayang, teman, guru, dsb), maka kehilangan tersebut akan menjadi pemicu yang dengan segera menimbulkan depresi[2].Bila sudah begini, waspadalah, karena pengalaman membuktikan seringkali remaja yang depresi akan mencoba bunuh diri[3].

ibu-ibu sebagai penanam nilai-nilai yang menumbuhkan sikap baik sebagai salah satu bentuk, atau salah satu bagian dari karakter bangsa peranan ibu-ibu itu sangat besar.” [4]

“Sentuhan”  Ibu pada Orang-orang Sukses di Dunia

Professor Dato’ Dr. Sheikh Omar Abdul Rahman yang memiliki keterbatasan fisik (kaki), seorang ilmuwan dan ahli penyakit hewan di Universiti Putra Malaysia yang mendapatkan gelar Sarjana dari University of Queensland Australia (1974), Gelar Master dari University of Saskatchewan Canada (1977), Member (MRCVS) di Royal College of Veterinary Surgeons London (1977), dan memperoleh gelar Profesor tahun 1993.

Motivasi dan dorongan dari Ibunda melalui perkataan dan kasih sayangnya kepada Omar melekat dalam kehidupannya sehingga Omar mampu mengalahkan keterbatasannya. Peran seorang Ibu juga dirasakan oleh banyak tokoh dunia lainnya, salah satunya adalah John Francis Welch Jr. (Jack Welch) mantan Chief Executive Officer dari General Electric (GE) yang pada tahun 1999 dinobatkan sebagai “Manajer Abad ini” oleh majalah Fortune dan saat pensiun mendapatkan gaji 4 juta dollar per tahun, yang diikuti dengan nilai pensiun sebesar 8 juta dollar setiap tahun.

Jack Welch lahir di Peabody, daerah Massachusetts, Amerika Serikat pada 19 November 1935. Ia dibesarkan oleh keluarga sederhana, ayahnya John Welch Sr. bekerja sebagai seorang kondektur Boston-Maine Railroad dan ibunya Grace Welch hanyalah seorang ibu rumah tangga. Jack Welch berkisah pada saat pidato perpisahannya dengan seluruh jajaran GE bahwa diwaktu kecil ia adalah seorang anak gagap yang sama sekali tidak menonjol dalam berbagai mata pelajaran. Namun Ibunya setiap hari selalu membuka tas sekolahnya dan mencari nilai ujian sekolahnya yang dapat membanggakannya dan jika menemukannya selalu dipajang di dinding rumah walaupun nilainya biasa-biasa saja. Seraya meneteskan air mata ia berkata, “Jika Ibuku saat ini masih ada, maka aku akan berkata, lihatlah Ibu ada banyak kebanggaan yang dapat kau pajang di dinding rumah.”

Nancy Edison, Ibu dari Thomas Alva Edison (penemu terkenal), tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri Edison, dan hal itu mungkin sangat berat baginya. Namun ia tidak sekalipun membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.

Selamat Hari Ibu, terima kasih atas semua yang telah ibu berikan…..


[1] John W. Santrock, Adolescence: Perkembangan Remaja. Penerjemah Shinto B. Adelar dan Sherly Saragih (Jakarta: Erlangga, 2003), h. 529

[2] Ibid, h. 530

[3] Ibid, h. 532

Iklan

Komentar ditutup.