Desa Terjan Kecamatan Kragan, Surga Bagi Penambang, Neraka Bagi Pecinta Lingkungan

Posted: 7 Januari 2012 in Semua Berita

bukit terjan dari jarak 3 km, nampak bekas penambangan

bukit terjan dari jarak 3 km, nampak bekas penambangan

Beberapa waktu yang lalu Rembang digegerkan dengan pemberitaan pengrusakan Situs Magalitikum Selodiri Terjan. Situs yang berskala nasional itu dirusak oleh orang tak dikenal. Beberapa pendapat dan hasil investigasi oleh Pemkab dan BP3 Jawa Tengah, menyebutkan bahwa salah satu pemicu pengrusakan itu adalah penambangan batu tras.

Tidak terlalu salah dugaan itu, ketika Berita Rembang mencoba melakukan kunjungan kelokasi Desa Terjan, dari jarak 3 km dari lokasi saja sudah dapat disaksikan betapa bukit di Terjan itu sudah Nampak “bothak”.

hampir separo bukit hilang, karena penambangan

hampir separo bukit hilang, karena penambangan

Kondisi kerusakan itu akan nampak semakin jelas ketika kita memasuki Desa Terjan. Sepanjang kanan kiri jalan kita temui bukit yang mulai datar karena aktivitas penambangan. Beberapa alat berat nampak sedang beroperasi, truk pengangkut juga nampak berseliweran mengangkut tras diarea pegunungan.

Bisa dibayangkan, sudah berapa rupiah yang dihasilkan oleh penambang dari aktivitas penambangan tersebut. Bisa dibayangkan juga, berapa jenis/spesies tanaman yang sudah hilang karena aktivitas penambangan tersebut. Terbaru, hampir saja hilangnya asset bersejarah situs megalitikum selodiri terjan, karena persoalan lahan yang didalamnya terkandung tras bernilai jutaan rupiah tersebut.

lokasi tambang diterjan

lokasi tambang diterjan

Kondisi ini cukup kontras, jika dibandingkan dengan kondisi infrastruktur desa. Jalan utama desa penghasil tambang di Rembang ini tidak mulus, berlubang, bergelombang dan hanya jalan yang diurug tras. Begitu pula dengan kondisi masyarakatnya yang bisa dikatakan biasa-biasa saja. Mayoritas petani dengan kondisi rumah yang biasa.

Yah.. Desa Terjan Kecamatan Kragan, memang surga bagi penambang, neraka bagi pecinta lingkungan.

Video Penambangan di Terjan

Komentar ditutup.