Rembang, Kabupaten yang tidak Peduli Peninggalan Sejarah

Posted: 7 Januari 2012 in Semua Berita

Situs Megalitikum Terjan yang Dirusak Orang Tak Dikenal

Situs Megalitikum Terjan yang Dirusak Orang Tak Dikenal

Pasca pengrusakan situs Megalitikum Selodiri Terjan di Desa Terjan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang Berita Rembang melakukan investigasi untuk melihat kondisi terakhir situs tersebut pada Sabtu (7/1/2012).
Perjalanan cukup melelahkan mengingat lokasi situs tepat dipuncak bukit dari salah satu bukit di Desa Terjan dengan medan yang cukup berat (hanya bisa dilalui dengan jalan kaki dan terjal). Benar adanya, kondisi situs yang masih dikelilingi police line itu memang cukup memperihatinkan. Beberapa batuan situs tersebut nampak hancur. Ada juga yang tempatnya sudah berpindah, terbukti ada salah satu batu yang tulisannya pada posisi terbalik. Tinggal beberapa batuan saja yang kondisinya masih utuh, salah satunya sebuah batu besar berukir (mungkin) kepala naga tersandar pada sebuah pohon besar.

Police Line yang masih melingkari Situs Terjan

Police Line yang masih melingkari Situs Terjan

Banyak catatan yang bisa dibuat dalam kunjungan kesitus ini. Setidaknya ada 2 (dua) hal penting: pertama, infrastruktur, seperti jalan menuju lokasi situs cukup memprihatinkan. Situs yang berskala nasional tersebut juga tidak dilengkapi dengan panduan arah (apalagi publikasi) yang menyulitkan bagi pengunjung untuk menemukan lokasi situs. Hal ini nampak berbeda dengan misalnya Karangsambung yang ada di Kabupaten Kebumen, wisata alam yang menjadi rujukan ahli geologi terkemuka di Indonesia itu dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai, pemandu arah (guide) dan publikasi yang luar biasa. Kedua, disekeliling situs Megalitikum Selodiri Terjan ini banyak terdapat aktivitas penambangan. Kondisi ini tentu merupakan pemandangan yang cukup mengganggu dan mengkhawatirkan. Mengganggu, karena aktivitas penambangan dengan segala pernak-perniknya mengganggu kenyamanan pengunjung. Mengkhawatirkan, karena bisa dipastikan tanah dibawah lokasi situs mengandung batu tras, yang merupakan daya tarik tersendiri bagi pemburu rupiah dari hasil tambang ini.

penambangan tras disekitar lokasi situs

penambangan tras disekitar lokasi situs

Melihat kondisi yang demikian kami jadi teringat kondisi tempat-tempat bersejarah lainnya di Rembang yang kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Rembang. Sebut saja seperti Makam RA. Kartini di Bulu, makam pahlawan nasional wanita ini minim dengan publikasi dan guide.
Beberapa bangunan kuno yang memiliki nilai history juga dilenyapkan oleh Pemkab Rembang, salah satunya eks. kediaman Residen Rembang jaman Belanda (Kodim Rembang) yang disulap menjadi Kantor Bupati Rembang yang sekarang, tanpa menyisakan bekas-bekas nilai historisnya. Belum lagi jika berkunjung ke Situs Plawangan, kondisinya juga cukup memprihatinkan. Pagar selalu terkunci disaat jam kerja, dinding, pagar dan papan nama dicorat-coret. (itu setidaknya yang ditemui Berita Rembang saat akan melakukan kegiatan reportase pada lokasi tersebut, beberapa kali “kecele”)
Hal-hal tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa Pemkab Rembang kurang peduli terhadap peninggalan-peninggalan bersejarah. Mudah-mudahan tidak ada korban berikutnya.

Video Situs Terjan Pasca Pengrusakan

Komentar ditutup.