Ketimpangan Distribusi Pendapatan di Rembang Rendah

Posted: 3 Februari 2012 in opini
Tag:, , , ,

Nilai Koefisien Gini Ratio menunjukkan bahwa Rembang termasuk dalam kategori kabupaten dengan ketimpangan distribusi pendapatan rendah, benarkah?

Ketimpangan Distribusi Pendapatan

Distribusi pendapatan akan menentukan bagaimana pandapatan yang tinggi mampu menciptakan perubahan-perubahan dan perbaikan-perbaikan dalam masyarakat, seperti mengurangi kemiskinan, pengangguran dan kesulitan-kesulitan lain dalam masyarakat. Distribusi pendapatan yang tidak merata, tidak akan menciptakan kemakmuran bagi masyarakat secara umum, akan tetapi hanya akan menciptakan kemakmuran bagi golongan tertentu saja.

Perbedaan pandapatan timbul karena adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. Pihak yang memiliki faktor produksi yang lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak juga.

Menurut teori neoklasik, perbedaan kepemilikan faktor produksi, lama kelamaan akan hilang atau berkurang melalui suatu proses penyesuaian otomatis. Bila proses otomatis tersebut masih belum mampu menurunkan perbedaan pendapatan yang sangat timpang, maka dapat dilakukan melalui sistem perpajakan dan subsidi. Kedua sistem ini dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan redistribusi pendapatan.

Penetapan pajak pendapatan/penghasilan akan mengurangi pendapatan penduduk yang pendapatannya tinggi. Sebaliknya subsidi akan membantu penduduk yang pendapatannya rendah, asalkan tidak salah sasaran dalam pemberiannya. Pajak yang telah dipungut–apalagi menggunakan sistem tarif progresif (semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi prosentase tarifnya) oleh pemerintah digunakan untuk membiayai roda pemerintahan, subsidi dan proyek pembangunan. Dari sinilah terjadi proses redistribusi pendapatan yang akan mengurangi terjadinya ketimpangan.

Sedangkan menurut Ahmad Erani Yustika, Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef), menuturkan salah satu penyebab utama timpangnya pendapatan masyarakat selama ini adalah karena kesenjangan yang cukup besar antara sektor usaha tradable dan non tradable.

 Alat Ukur Tingkat Ketimpangan Distribusi Pendapatan

Ada sejumlah alat atau media untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan. Alat atau media yang lazim digunakan adalah Koefisien Gini (Gini Ratio) dan cara perhitungan yang digunakan oleh Bank Dunia.

Secara grafis, Gini Ratio dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Sumbu horizontal bagian bawah menggambarkan persentase penerima pendapatan secara kumulatif (dari persentase yang ke-10, ke-20, ke-30 dst sampai yang ke-100).
  • Sumbu vertikal bagian kiri menggambarkan persentase pendapatan yang diterima secara kumulatif (dari yang ke-10 persen pertama sampai dengan ke 100 persen terakhir).
  • Garis lurus A-C menggambarkan pemerataan yang paling sempurna.
  • Garis A-B menggambarkan pemertaan paling tidak sempurna
  • Gini ratio menggambarkan daerah antara garis A-C dan A-B (=D) dengan total daerah segitiga ABC, yaitu D/ABC.
  • Dengan demikian Gini Ratio mempunyai nilai antara 0 (ketika garis lengkung AC berimpitan dengan garis lurus AC) dan nilai 1 (ketika garis lengkung menjadi garis datar AB).
  • Semakin gemuk daerah D, semakin besar nilai Gini ratio dan semakin buruk pemerataan pendapatan.
  • Semakin kurus daerah D, semakin kecil nilai Gini Ratio dan semakin baik permerataan pendapatan.

Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa suatu distribusi pendapatan makin merata jika nilai Koefisien Gini mendekati nol (0). Sebaliknya, suatu distribusi pendapatan dikatakan makin tidak merata jika nilai Koefisien Gininya makin mendekati satu (1). Adapun patokan nilai Koefisien Gini sebagaimana berikut:

Selain penggunaan Koefisien Gini, untuk melihat distribusi pendapatan dapat menggunakan kriteria yang ditentukan Bank Dunia (World Bank), sebagaimana tabel berikut:

 Gini Ratio Kabupaten Rembang

Gini Ratio Kabupaten Rembang, Jawa Tengah--Sumber: BPS Rembang

Gini Ratio Kabupaten Rembang, Jawa Tengah--Sumber: BPS Rembang

Sesuai patokan nilai koefisien gini ratio sebagaimana disebutkan diatas, maka nilai gini ratio di Rembang termasuk dalam kategori rendah (kurang dari 0,4). Ini artinya bahwa hampir tidak ada ketimpangan distribusi pendapatan di Kabupaten Rembang. Setidaknya itu menurut hitung-hitungan angka-angka statistik. Lalu bagaimana dengan kondisi riil dilapangan, Anda mungkin bisa memberikan penilaian tersendiri.

Iklan

Komentar ditutup.