Warga Resahkan Usaha Jual Beli ABT

Posted: 20 Maret 2012 in ekonomi, Semua Berita
Tag:, , ,

Kragan–Maraknya usaha jual beli air bersumber dari Air Bawah Tanah (ABT) di Rembang meresahkan warga, diantaranya di Desa Sumbersari Kecamatan Kragan, salah satunya adalah usaha milik Sakroni. Puluhan mobil tangki tiap hari hilir mudik keluar masuk dari kompleks rumah Sakroni.

Usaha milik Sakroni ini beberapa waktu yang lalu sempat mendapatkan penolakan warga yang berakibat pada penutupan sumur ABT oleh warga. Namun akhir-akhir ini  usaha tersebut melakukan aktifitasnya kembali.  Warga mempertanyakan keabsahan usaha jual beli air ini. “Kami hanya menyangsikan bahwa usaha ini illegal, soalnya sebagai tetangga dekat sampai saat ini saya belum pernah dimintai tanda tangan tentang ijin gangguannya”, terang Sugiyanto tetangga Roni. “Dulu saya dengan beberapa warga lainnya pernah berdialog dengan kepala desa, BPD dan tokoh masyarakat atas kehadiran usaha milik Roni ini dan berakhir dengan penutupan sumur. Namun kini usaha itu berjalan kembali dengan lokasi sumur berpindah kelokasi yang lebih tertutup yaitu didalam rumah Roni”, lanjut Sugiyanto.

Kekhawatiran warga bahwa usaha ini akan berakibat pada matinya sumber-sumber mata air di Desa Sumbersari, terlebih jika ekplorasinya tidak didahului kajian teknis oleh dinas terkait seperti ESDM. Kekhawatiran yang lain mengingat letak Desa Sumbersari yang hanya 200 meter dari laut sangat mungkin sumber air warga akan menjadi asin.

“Kita bukannya menghalangi orang lain berusaha, tapi kelestarian lingkungan utamanya mata air harus tetap dijaga. Berfikirnya jangka panjang mas, bukan hanya saat ini saja. Kami takut kalau usaha ini dibiarkan akan diikuti oleh yang lainnya”, jelas Rokhim salah satu warga Sumbersari lainnya kepada Berita Rembang.

Tulisan terkait:

Maraknya penjualan air bersih di Rembang, Kepentingan Ekonomi yang Abaikan Lingkungan

Baca Juga:

Komentar ditutup.