Aparat Desa di Rembang Keberatan Terlibat Penyaluran Dana Kompensasi Kenaikan BBM 2012

Posted: 23 Maret 2012 in ekonomi, Semua Berita
Tag:, , ,

seorang nenek mengambil BLT dengan kawalan aparat...sumber: antarafoto

seorang nenek mengambil BLT dengan kawalan aparat...sumber: antarafoto

Kota – BLT tahun 2008 yang lalu ternyata menyisakan trauma bagi para aparatur pemerintah ditingkat desa. Hal itu terbukti, ketika sejumlah aparat desa di Kabupaten Rembang mulai menyerukan keberatan terlibat dalam penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT). Mereka tidak ingin mengulang lembaran kelam seperti tahun 2008 lalu. Kehadiran BLT terbukti menimbulkan ketegangan antar warga, kecemburuan social dan membuat aparat desa terancam.
Forum Sekretaris Desa Seluruh Indonesia (Forsekdesi) Kab. Rembang, Budi Purwanto yang juga Sekdes Seren Kecamatan Sulang menganggap program BLT rawan membenturkan antara perangkat desa yang bertugas mendata dengan masyarakat. Apalagi kriteria keluarga miskin sangat sulit ditentukan. Budi juga menilai dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak, lebih tepat dialokasikan untuk program padat karya, sehingga masyarakat bisa bekerja, mendapatkan upah dan manfaatnya dirasakan bersama.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh Pardam, Ketua Paguyuban Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Kab. Rembang, Menurutnya gejolak masyarakat akibat dana BLT sampai sekarang sulit dilupakan. Meski belum mengambil sikap secara resmi, namun perangkat desa sudah sering mengeluhkan kebijakan tersebut.
Sementara itu menurut Rohman, salah satu warga penerima BLT menyatakan bahwa kehadiran BLT lebih sering menimbulkan konflik di masyarakat. “kami jadi sering tidak enak satu sama lain hanya gara-gara uang ratusan ribu rupiah, harusnya pemerintah memilih kebijakan yang tepat seperti SPP yang lebih terasa manfaatnya dan tidak memecah belah masyarakat”, terang bapak dua anak ini kepada Berita Rembang.

Baca Juga:

Komentar ditutup.