Pelaku Home Industri di Rembang Sudah Rasakan Dampak Rencana Kenaikan BBM

Posted: 27 Maret 2012 in ekonomi, Semua Berita
Tag:, , , , , ,

Meskipun rencana pemerintah menaikkan harga BBM belum terealisasi, dampak rencana kebijakan tersebut sudah dirasakan oleh masyarakat.

Penurunan produksi dialami beberapa usaha industri kecil (home industri) di Rembang yang menggunakan bahan bakar solar. Hal tersebut dikarenakan adanya pembatasan pembelian solar di SPBU.

Beberapa home industri yang terkena dampak langsung tersebut yaitu industri pengolahan ikan, diantaranya ikan rebus (reyengan dan  pengeringan ikan -hasil perikanan laut). Home industri ini menggunakan bahan bakar solar untuk proses pengeringan dan perebusan.  Para pemilik usaha saat akan membeli solar di SPBU diwajibkan menyetorkan tanda bukti rekomendasi dari Dinas Perikanan dan Kelautan serta Disperindagkop setempat.

Hal serupa dialami oleh para petambak vaname di Rembang. Kebijakan pembatasan pembelian BBM membuat para pemilik tambak  merasa sulit mendapatkan BBM, khususnya solar. Bagi para petambak solar menjadi kebutuhan vital sebagai bahan bakar untuk mesin penggerak kincir/baling-baling. “Kalau biasanya kami sekali beli langsung memakai tossa dengan lebih kurang 12 drigen besar, kini paling-paling sekali beli hanya 2 drigen”, terang Sunari salah satu pengelola tambak di Kragan.

Ditanya soal ijin/rekomendasi, masih menurut Sunari pemilik tambak sudah memiliki ijin/rekomendasi pembelian BBM dengan dirigen, namun tetap saja dibatasi. “Padahal bagi kami BBM penting, sekali kincir mati bisa dipastikan udang akan stress dan mati yang berakibat pada kerugian”, terangnya saat mengakhiri pembicaraan dengan Berita Rembang.

Baca Juga:

Komentar ditutup.