Warga Resah, Marak Bisnis Air Bawah Tanah Tak Berijin

Posted: 27 Agustus 2012 in ekonomi, politik, Semua Berita, sosial budaya
Tag:, , , , , , , , ,

Berita Rembang-Kragan, Maraknya jual beli Air Bawah Tanah (ABT) di Desa Sumbersari Kecamatan Kragan membuat resah warga. Beberapa warga mengaku sumur yang biasanya tidak pernah kering sekarang sudah tidak keluar air.

“Sumur buat mandi saja sekarang tidak bisa Mas”, kata Arif saat ditemui Berita Rembang. Arif adalah salah satu warga Desa Sumbersari yang rumahnya bersebelahan dengan usaha ABT milik Sakroni.

Suasana pertemuan warga membahas ABT

Suasana pertemuan warga membahas ABT

Selain Arif, beberapa warga juga menyampaikan keluhan yang sama, seperti Diah, Waskun dan Sugiyanto. “untuk mengisi bak mandi saja sekarang butuh waktu 2 jam karena sumbernya mengecil”, kata Waskun yang juga anggota BPD.

Terhadap persoalan ini warga sudah pernah mengeluhkan kepada kepala desa, namun belum ada tindak lanjut. Puncaknya pada tanggal 26 Agustus 2012 dengan difasilitasi oleh BPD, warga mengadakan pertemuan untuk membahas ABT. “Ada 3 titik ABT disini Mas yang mulai meresahkan. Warga sepakat agar pemerintah daerah menutup usaha ini”, terang Rondi, Ketua BPD. “Ketiadaan titik temu penyelesaian persoalan ini dilevel desa, maka kami berinisiatif menyampaikan surat kepada Bapak Bupati.  Harapan kami beliau membuat langkah yang tepat”, terang Rondi mengakhiri perbincangan dengan Berita Rembang.

Iklan

Komentar ditutup.