Terbukti Eksplorasi Air Bawah Tanah Tidak Dibekali Ijin

Posted: 29 Agustus 2012 in ekonomi, politik, Semua Berita, sosial budaya
Tag:, , , , , , , , ,

Berita Rembang- Kragan, Dugaan warga, bahwa maraknya jual beli air bawah tanah (ABT) di Desa Sumbersari Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang tidak dibekali dengan ijin terbukti sudah. Hal ini terungkap saat dilakukan kunjungan lapangan oleh Dinas ESDM Kabupaten Rembang pada Selasa (28/08).

M. Rondi, Ketua BPD

M. Rondi, Ketua BPD

“Dari 3 titik ABT yang ada, ketiganya tidak berijin, dengan rincian, milik sdr. Ali ijin sudah mati sejak tahun 2009, milik sdr. Wahid dan Roni tak pernah ada ijin”, terang Sigit (ESDM Rembang) saat dihubungi Berita Rembang melalui telpon seluler.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, karena resah warga melaporkan eksplorasi ABT kepada Bupati Rembang. Atas laporan tersebut pihak Pemkab segera melakukan kunjungan lapangan. Pertemuan dilakukan dibalai desa dilanjutkan dengan pengecekan sumur ABT.

Ditanya soal kelanjutan temuan oleh ESDM tersebut ketua BPD M. Rondi mengatakan akan segera dilakukan pertemuan lanjutan antara pengusaha dan warga. “Sesuai hasil kesepakatan hari ini (kemarin-red) kami akan meminta pihak Pemdes untuk agendakan pertemuan. Mungkin Selasa atau Rabu depan, menunggu Kades pulang dari mudik”, terang Rondi. “Kalau nanti hasil temuan itu terbukti keberadaan ABT tidak memenuhi syarat, kami atas nama warga akan meminta pihak Pemkab segera menutup tempat usaha. Seharusnya penutupan itu sejak dari hari ini (selasa, 28/8-red), namun karena pertimbangan kemanusiaan kita tunggu saja hasil pertemuan minggu depan”, lanjut Rondi.

Terpisah, Arif salah seorang warga mengaku kecewa dengan lambatnya penanganan usaha tak berijin ini. “Bisa dibayangkan jika usaha yang sudah berjalan sejak tahun 2006-an  ini ternyata bodong, berapa kerugian warga jika dimateriilkan”, terangnya.

Berita Terkait:

Maraknya Penjualan Air Bersih di Rembang,  Kepentingan Ekonomi yang Abaikan Lingkungan

Komentar ditutup.