MESKI DITOLAK WARGA, BUPATI KELUARKAN IJIN PENGUSAHAAN AIR TANAH

Posted: 17 Desember 2012 in ekonomi, politik, Semua Berita
Tag:, , ,

Kragan, meskipun mendapat penolakan warga, usaha ABT atas nama Abdul Wahid Desa Sumbersari Kecamatan Kragan mendapatkan ijin. Ijin tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Rembang Nomor 545.2/864/2012 tertanggal 31 Oktober 2012.

Munculnya ijin tersebut sontak membuat warga kaget dan geram, mengingat sebelumnya telah terjadi penolakan warga atas usaha ABT di Desa Sumbersari Kecamatan Kragan.

Menurut seorang warga Masrokhim (45 tahun), warga merasa kecewa dengan keluarnya ijin tersebut. “Bagaimana kami tidak kecewa, sebelumnya setelah melalui beberapa pertemuan, terakhir dirumah salah seorang pengusaha yaitu saudara Sakroni (salah seorang pengusaha ABT-red) pada tanggal 13 September 2012, dengan disaksikan kepala desa, pengusaha dan pihak ESDM, warga sepakat hitam diatas putih untuk menutup usaha ABT”, terang Masrokhim.

Sementara itu menurut Kanes (27 tahun), dia merasa kecewa dengan keluarnya ijin tersebut. “Kami merasa kecewa, bagaimana tidak, karena sesuai dengan keterangan dinas ESDM saat pertemuan warga, bahwa warga akan dilibatkan dalam pengusahaan ABT diantaranya melalui ekspose atas hasil kajian dan persetujuan warga sekitar, tapi kali ini tidak ada acara tersebut dengan serta merta keluar ijin”, terang Kanes.

Masrokhim menambahkan, ada yang janggal dengan ijin tersebut, diantaranya pada konsideran SK bupati huruf b, tertulis surat rekomendasi dari ESDM nomor dan tanggalnya masih kosong (sambil menunjukkan copyan SK-red). Satu lagi, tanggal permohonan ijin dari pengusaha berbeda antara yang tertuang dalam konsideran huruf a SK Bupati dan surat ESDM Nomor 545.2/544/2012 perihal pemberitahuan. Pada SK Bupati tertulis tanggal 17 September 2012 sedangkan pada surat ESDM permohonan ijin dari pengusaha tertanggal 4 September 2012. “Ini kan kesannya SK tersebut asal-asalan”, lanjut Masrokhim. “Jangankan ada nomor rekomendasi yang masih kosong, bukannya salah huruf capital saja, draft SK seharusnya dikembalikan oleh pihak bagian hukum”, terang Masrokhim.
Ungkapan senada disampaikan oleh Sulastri (36 tahun). Dia merasa dengan keluarnya ijin tersebut sebagai bentuk tidak dihargainya aspirasi warga oleh pemangku kepentingan. “Aneh kenapa para pejabat public itu tidak mengindahkan aspirasi warga, buktinya bisa mengabulkan permohonan ditengah konflik, sementara pendayagunaan ABT sesuai Perda Kabupaten Rembang Nomor 6 Tahun 2011 harus melibatkan/mengikutsertakan masyarakat”, terang ibu satu anak ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga merasa resah dengan usaha ABT di Desa Sumbersari. Ada tiga usaha ABT di wilayah ini yang pada saat itu tidak berijin. Atas keluhan warga ketua BPD mengirimkan surat kepada Bupati Rembang nomor 004/bpd/VIII/2012 tanggal 26 Agustus 2012.

Berita terkait:

3 Titik ABT Bodong Akhirnya ditutup

Warga Resah, Marak Bisnis ABT Tidak Berijin

Maraknya Penjualan Air Bersih di Kabupaten Rembang, Kepentingan Ekonomi yang Abaikan Lingkungan

Komentar ditutup.