Arsip untuk Januari, 2013

Oleh : Abdul Rokhim, SE., MM.*)

Akhir-akhir ini di berbagai tempat di kota Rembang banyak developer (pengembang) baik yang sudah lama maupun yang “dadakan” mulai melirik ke arah pengembangan pembangunan rumah toko (ruko). Mulai dari tempat yang terletak di daerah yang strategis, sampai daerah yang masih dikategorikan lorong. Berbagai pertimbangan mereka analisis, mulai bisa dijual secara langsung ataupun disewakan. Sehingga peluang kelancaran investasi lebih terjamin dengan varian alternative input yang bisa didapat, dan jika dibandingkan dengan investasi pada perumahan yang relative monoton bisa dikatakan investasi ruko ini lebih prospektif.

Di satu sisi, pengembang sangat cerdik dalam membaca keinginan masyarakat untuk berwira usaha sehingga mereka menawarkan sarana perdagangan (ruko). Di sisi lain keinginan yang kuat dari masyarakat untuk berwira usaha tidak diimbangi dengan analisis dan pertimbangan yang komprehenship, sehingga banyak kita temui ruko-ruko yang sudah ada relative timbul dan tenggelam serta berganti-ganti pemilik/penyewa.

Tingginya harga beli dan harga sewa sebuah ruko juga memberi masalah tersendiri dalam eksistensi sebuah usaha perdagangan. Berbagai kasus sering terjadi, contohnya (1) Pembeli ruko yang dari awal men-setting untuk investasi dengan jalan disewakan (2) Pembeli ruko yang dipakai untuk (lebih…)

Iklan
Komunitas-Semut-Abang-Saat-Aksi-Demo-300x336

Aksi Demo-foto: lensamuria

Berita Rembang, Kota – Serikat Masyarakat untuk Transparansi Pembangunan (Semut Abang) menggelar aksi unjuk rasa mendukung berdirinya pabrik semen di depan Gedung DPRD Kabupaten Rembang, Rabu (23/01).
Ada yang menarik pada aksi yang diikuti ratusan orang tersebut, peserta demo mengaku bahwa aksi mereka merupakan aksi bayaran.

Benarkah??, baca selengkapnya

Berita Rembang, Kota– Aksi demo warga menolak pendirian pabrik semen di Kabupaten Rembang akhirnya diganti menjadi audensi. Sebanyak empat orang (tokoh) dari Serikat Rakyat Miskin Kota (SRMK) dan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) pada Selasa (22/1) mengadakan audensi di Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Rembang.

“Sedikitnya ada sekitar 50 mata air yang tersebar di wilayah itu dan selama ini menghidupi warga disekitarnya. Jika pabrik Semen berdiri, maka segala potensi sumber daya alam termasuk air akan sirna dan pada gilirannya, masyarakat setempat yang dirugikan,” kata Baskoro (JMPPK) didepan Kepala Badan Lingkungan Hidup, H. Purwadi Samsi,SH dan Kepala Dinas ESDM Drs Agus Supriyanto.

Selengkapnya