Hutan Mangrove di Kawasan Konservasi di Tebangi, Belum Ada Penanganan Serius dari Pemerintah

Posted: 21 Maret 2013 in ekonomi, politik, Semua Berita, sosial budaya
Tag:, , ,

H. Suyadi ‘Profesor’  Mangrove dari Rembang : “Jika dibiarkan saya khawatir warga Desa Pasarbanggi akan direlokasi karena abrasi”

H. Suyadi

H. Suyadi

Kota-Berita Rembang, Hutan mangrove yang berada di kawasan konservasi hutan mangrove Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang ditebangi. Penebangan dilakukan dengan alasan bahwa bekas lokasi penebangan akan dipergunakan untuk tambak.

Saat ditemui Berita Rembang, dikediaman (Kamis, 21 Maret 2013), H. Suyadi (73 tahun) membenarkan kejadian tersebut. Menurut ‘profesor’ mangrove dari Rembang ini, kejadian penebangan sudah berjalan sekitar dua bulan, dengan alasan akan digunakan sebagai tambak.

Sayangnya menurut Suyadi sampai saat ini belum ada tindakan yang serius dari Pemerintah Daerah. Dulu memang ada kesepakatan tidak tertulis dari warga bahwa jika ada warga yang memiliki bukti kepemilikan lahan yang diatasnya ditanami mangrove bisa menebang jika akan dikelola, dengan catatan tidak melebihi batas luasan sebagaimana termaktub dalam surat kepemilikan.

Namun Suyadi yang bergelut dengan mangrove sejak tahun 1960-an ini menyatakan, bahwa sesuai dengan peraturan yang ada kalau lahan dibiarkan cukup lama, maka kepemilikannya berubah menjadi milik pemerintah.

“Lahan yang ditanami mangrove itu sudah sangat lama tidak dikelola, seingat saya ada aturan  (UU agraria-red) yang menyebutkan, bahwa jika lahan tidur cukup lama kepemilikannya pindah ke Pemerintah”, terang Suyadi

Suyadi yang juga mantan Ketua Kelompok Tani Mangrove “Sidodadi Maju” (KTMSM) ini menyayangkan penebangan mangrove tersebut. “Sudah cukup lama kami membudidayakan mangrove dengan susah payah, sayang kalau akhirnya ditebangi. Apalagi pohon yang ditebangi ini berusia lebih kurang 8 tahun”, terang Suyadi.

Ditanya soal harapannya kepada Pemerintah Daerah, penerima penghargaan Adibakti Mina Bahari Tingkat Nasional tahun 2008 ini meminta agar Pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah segera mengambil tindakan cepat. Menurutnya sudah ada beberapa pihak yang sudah datang menemuinya dalam rangka klarifikasi, tapi belum ada tindakan konkrit.

“Saya khawatir kalau kejadian ini dibiarkan, maka akan memberi contoh kepada masyarakat sekitar mangrove yang lain. Bisa-bisa kami warga Desa Pasarbanggi direlokasi karena abrasi akibat hilangnya hutan mangrove”, terangnya menutup pembicaraan dengan Berita Rembang.

Benar saja, saat Berita Rembang melihat lokasi, nampak beberapa orang sedang mengambil kayu mangrove yang sudah ditebang. Saat ditanya untuk apa kayu tersebut, satu diantaranya mengatakan untuk kayu bakar.

Komentar
  1. sugeng mengatakan:

    rembang gak akan maju klo pemimpinya banyak makan uang rakyat,,,,
    mulai dari dulu pembangunan pemimpin yg mana yg buat daerah rembang berkembang,…..??????
    hai pemimpin mana janji2 kamu untuk rakyatmu…..?????????
    hai pemimpin mana hati nurani km klo d hadapan ada banyak uang,, ingatkah pada semua rakyatmu atau perut kamu……????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s