Archive for the ‘sosial budaya’ Category

Animo masyarakat terhadap lowongan CPNS sangatlah tinggi. Prestise mungkin yang menjadikan alasan mereka.

Ingin tahu informasi TENTANG penerimaan CPNS di Rembang, baca di :

CPNS REMBANG

SELEKSI CPNS DI REMBANG

Pastinya sampai tulisan ini dibuat, Pemkab Rembang (lebih…)

PENERIMAAN CPNS REMBANG, SEBUAH CATATAN KELABU

Peneliti senior Indonesia Corruption Watch
(ICW), Febri Hendri, menyatakan bahwa penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) rawan praktik suap.Oleh karena itu, harus ada pengawasan dalam proses seleksi.

“Praktik suap pasti ada, tinggal prosedur penerimaannya diawasi,” kata Febri dalam konferensi pers di kantor ICW, Jakarta, Minggu (1/9).

Menurutnya, jika ada praktik suap dalam proses penerimaan CPNS maka ICW akan segera melakukan investigasi. “Kalau ada bukti maka akan dilanjutkan ke tindak pidana,” (lebih…)

Kota, Berita Rembang-Dalam rangka pelaksanaan sensus pertanian di Kabupaten Rembang, Pemerintah daerah menyelenggarakan sosialisasi sensus pertanian di Kabupaten Rembang. Acara yang diselengarakan di lantai IV Kantor Bupati Rembang Senin (22 April 2013) diikuti oleh seluruh pimpinan SKPD terkait di kabupaten Rembang.

sensus rembangAcara dibuka oleh Bupati Rembang dan dilanjutkan dengan sosialisasi yang disampaikan oleh Kepala BPS Rembang. Dalam sambutannya Bupati Rembang menyampaikan bahwa pertanian selama ini menjadi sektor dominan dalam struktur PDRB Kabupaten Rembang. Namun demikian kontribusi dan laju pertumbuhan sektor ini cenderung menurun, sementara selama ini pemerintah kabupaten telah berupaya melalui berbagai kebijakan, program dan kegiatan untuk meningkatkan PDRB disektor tersebut.

Masih menurut Salim, dari keadaan yang bertolak belakang tersebut (seharusnya PDRB sektor pertanian meningkat seiring dengan meningkatnya dukungan dana yang dialokasikan untuk pembangunan sektor ini-pen) bupati berpandangan bahwa apakah ada kemungkinan cara pengambilan data yang salah, metode/teknik pengambilan yang tidak mencakup semua komponen disektor tersebut atau faktor-faktor lain yang terkait dengan teknis pendataan.  Oleh karena itu bupati memandang perlu adanya sinkronisasi antara data yang dihasilkan BPS dengan data di SKPD, agar diperoleh data yang benar-benar akurat dan mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Sementara itu kepala BPS menyatakan bahwa sensus pertanian merupakan agenda sepuluh tahunan yang dilaksanakan sejak 1963, “Sensus pertanian tahun ini merupakan tahun ke-enam”, terang kepala BPS Rembang. Dalam paparannya kepala BPS Rembang juga menyebutkan sasaran sensus pertanian tahun 2013 meliputi: seluruh rumah tangga, perusahaan maupun pesantren, lembaga pemasyarakatan, barak militer dan kelompok usaha bersama yang sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual.(nms-br-iv)