Posts Tagged ‘batik’

Industri kerajinan batik Lasem banyak terdapat di kota Lasem. Jenis industri batik Lasem ini sudah terkenal secara turun-temurun dan memiliki corak yang khas jika dibandingkan dengan daerah lain. Oleh sebab itu, perlu diupayakan menjadikan kawasan Lasem sebagai kawasan sentra Batik Lasem yang sudah memiliki reputasi baik nasional maupun internasional.

Dewasa ini kerajinan batik di Kabupaten Rembang dapat berkembang pesat, salah satu indikatornya dapat dilihat dari jumlah pengusaha yang semakin meningkat. Berikut ini data jumlah pengusaha batik di Kabupaten Rembang tahun 2010. (lebih…)

Untuk melacak sejarah batik Lasem sangat sulit dilakukan karena ahli-ahli sejarah yang menelaah batik Lasem sangat langka. Salah satu sumber sejarah yang menyebutkan tentang awal mula dilakukan pembatikan di Lasem adalah Serat Badra Santi[1], yang menyebutkan bahwa pada tahun 1335 Saka (1413 Masehi),  salah seorang nakhoda dari armada laut Cheng Ho yang bernama Bi Nang Un mendarat bersama istrinya yang bernama Na Li Ni di pantai Regol Kadipaten Lasem yang sekarang disebut sebagai pantai Binangun. Bi Nang Un adalah seorang nakhoda yang berasal dari Campa  (Indocina) yang saat itu menjadi wilayah kekuasaan Dinasti Ming. (lebih…)

Batik Lasem mempunyai ciri khas yang berbeda dari batik-batik dari daerah lain seperti batik Solo, Yogya, Pekalongan, dan lain sebagainya. Batik Lasem karena dirintis dan dikembangkan oleh masyarakat keturunan Cina, maka motif dan warnanya dipengaruhi oleh motif dan warna yang  khas budaya Cina, yaitu merah, putih, biru, dan hijau. Sebenarnya ada beberapa daerah yang memproduksi batik yang dipengaruhi oleh motif dan warna-warna khas Cina, seperti batik Pekalongan, batik Cirebon, dan lain sebagainya,  namun batik-batik  dari daerah-daerah tersebut berbeda dari batik Lasem. Ciri khas batik Lasem adalah warna merah yang menyerupai warna darah. Warna merah khas batik Lasem disebut dengan abang getih pithik (merah darah ayam). Warna abang getih pithik ini dihasilkan dari pewarna alam yaitu dari warna akar pohon mengkudu (pace). Warna merah yang khas ini telah menarik minat pembatik dari daerah-daerah lain untuk melakukan proses pewarnaan  atau pencelupan  untuk warna tersebut di Lasem. Bahkan ada batik yang terkenal dengan Batik Tiga Negeri, yang proses pewarnaannya dilakukan di tiga daerah yaitu untuk proses pewarnaan sogan dilakukan di Solo, proses pewarnaan merah di Lasem dan proses pewarnaan biru dilakukan di Pekalongan.

Kekhasan batik Lasem yang lain adalah pada penamaan desain batik (Batiks design), yang mengacu pada tata warna pada batik tersebut, misalnya motif  Bang-bangan (dari kata Jawa: abang yang artinya merah), yaitu batik dengan latar/ dasar putih dengan ragam hias merah atau sebaliknya, Kelengan (dari kata Jawa: keleng yang artinya hitam atau kehitaman, Bang biru (dari kata Jawa: abang dan biru), Bang-biru-ijo (dari kata Jawa: abang, biru, ijo, yang artinya merah, biru, dan hijau).