Posts Tagged ‘lasem’

Meski Sudah Dipasang Tanda Larangan Parkir, Bus ini Tetap Nekad Parkir (Sebelah Utara Masjid Lasem-Tempat Favorit Bus-bus Ngetem)

Petugas Terminal Lasem Saat di Pos Terminal

Meski sudah dipasang rambu dilarang parkir, masih saja kendaraan umum (angkutan umum–bus) ini parkir didaerah larangan tersebut, bukannya di terminal bus Lasem.

Begitulah pemandangan yang dapat kita lihat sehari-hari di Lasem. Tempat-tempat favorit parkir bus adalah di utara masjid Lasem dan didepan terminal Lasem, meskipun dikedua daerah tersebut sudah dipasang tanda dilarang parkir.

(Tampak pada gambar, angkutan umum parkir dibawah tanda larangan parkir. Gambar kanan, seorang petugas pos terminal sedang berjaga….kok busnya ga disuruh masuk terminal aja ya, dibiarin parkir diluar)

Berita terkait:

Terminal Lasem, Terminal Bus yang Tidak Disinggahi Bus

Berita Rembang, Lasem–Menurut tradisi lisan yang berkembang di kalangan masyarakat Rembang, Sunan Bonang (R.Maulana Makdum Ibrahim ) wafat pada tahun 1525 M dalam usia 60 tahun. Ia dimakamkan di rumah kediaman beliau di Desa Bonang- Lasem, sekitar 17 km dari kota Rembang ke timur jurusan Surabaya. Bangunan makam Sunan Bonang yang di kalangan penduduk setempat disebut  “ndalemí”   dibangun  oleh  seorang  saudagar  dari  Juana. Sementara itu, pendapat lain mengatakan bahwa makam Sunan Bonang itu merupakan bekas rumah Kadipaten Bonang Binangun peninggalan Nyi Ageng Maloka (kakak Sunan Bonang yang pernah memerintah Kadipaten Binangun). Setelah  suaminya (Pangeran Wiranagoro)  wafat pada tahun 1479, pada tahun 1480 M Kadipaten Binangun dipindah Nyai Ageng  Maloka ke kota Lasem. (lebih…)

Berita Rembang, Lasem-Kelenteng Mak Co terletak di Desa Dasun diduga merupakan klenteng tertua di Jawa. Kelenteng ini diperkirakan didirikan pada abad XV dan telah mengalami pemugaran beberapa kali. Pemugaran terakhir dilakukan pada tahun 1868. Nama Mak Co sesungguhnya merupakan nama lain dari seorang tokoh yang bernama Tian Shang Sheng Mu atau Thian Sang Sen Mu atau Thian Siang Sing Bo. Tokoh ini memiliki sebutan yang terkenal yaitu Ma Zu (Ma Couw) atau yang dalam lafal Jawa disebut Mak Co atau Tian Hou. Mak Co adalah seorang wanita yang pernah hidup di daerah Fujian. Setiap hari ulang tahunnya dirayakan secara besar-besaran bersama kaum Tionghoa baik lokal, regional maupun dari berbagai daerah provinsi se- Indonesia; dengan berbagai kegiatan dan pertunjukan yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung di Rembang.